Bisnis PS3 Tak Seindah Pendahulunya

Kamis, 15/02/2007 11:02 WIB

Catatan Oleh Rama

Penulis: Eko Ramaditya Adikara – detikinet

<!––>
Jakarta – Nampaknya, konsol game terbaru besutan Sony, PlayStation 3 (PS3) harus kembali mengakui kekalahannya dalam perolehan angka penjualan konsol. Parahnya, kekalahan itu justru diderita PS3 di negerinya sendiri, Jepang yang notabene adalah negaranya game!

Konsol PS3 (atas), Penulis (bawah)

Dari tiga konsol generasi ketujuh yang dipasarkan di Jepang Januari 2007, PS3 berada pada urutan ketiga dengan angka penjualan terendah. Berdasarkan data penjualan yang dikeluarkan Media Create Co. Ltd. per 14 Januari 2007, Sony hanya berhasil memasarkan PS3 sebanyak 25.531 unit.

Posisi pertama direbut Nintendo yang berhasil mengapalkan Wii hingga 93.708 unit. Sementara itu, Xbox 360 besutan Microsoft — yang sebelumnya berhasil menduduki peringkat pertama Desember 2006 — harus puas berada di urutan kedua dengan angka penjualan 9.035 unit.

Untuk diketahui saja, Sony pun mengeluarkan data penjualan PS3 versinya sendiri. Angkanya pun cukup signifikan jika dibandingkan dengan data yang digeber Media Create. Sony menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengapalkan 1 juta unit PS3 ke seluruh Jepang (data per 16 Januari 2007). Sony pun memprediksikan angka itu akan terus meningkat dan menunjuk 2 juta pada Maret mendatang.

Menanggapi hal ini, Media Create menegaskan bahwa data yang diperolehnya akurat dan terpercaya. Data penjualan tersebut, seperti dilansir GamePro, diambil dari sekitar 3000 toko game di seluruh Jepang.

Hal senada juga diungkapkan para pengamat game yang tergabung dalam situs-situs media game terkemuka seperti GameSpot dan GamePro. Seperti banyak diungkap, memang benar bahwa Sony telah mengapalkan 1 juta konsol, namun sebagian besar konsol-konsol tersebut masih tersimpan di etalase toko-toko game.

Penjualan Game pun Melorot

Penjualan piranti lunak (software) game PS3 pun mengalami penurunan. Dari 50 game terlaris dan terfavorit di Jepang, Sony hanya berhasil menempatkan game PS3 andalannya Resistance: Fall of Man di posisi 40, dan posisi 8 diduduki Metal Gear Solid Ops untuk PlayStation Portable (PSP).

Hampir keseluruhan peringkat didominasi oleh game-game untuk platform Nintendo Wii dan konsol genggam Nintendo DS. Menurunnya angka penjualan PS3 di Jepang, baik piranti lunak maupun keras, tentu menjadi pukulan telak bagi Sony. Pasalnya, Jepang adalah “tambang emas” dalam industri game, dan jika Sony tak berhasil menguasai pangsa pasar game negeri sakura ini, sudah dapat dipastikan bahwa perusahaan raksasa itu akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Tak hanya Sony sebagai pihak pertama, beberapa developer game pihak ketiga pun merasakan imbas dari turunnya penjualan PS3. Electronic Arts (EA) misalnya, tanpa menyodorkan angka kerugian yang dideritanya, telah bersiap untuk “putar haluan” ke Xbox 360. Mereka berencana menggarap judul-judul bertemakan olah raga eksklusif untuk konsol keluaran Microsoft itu. Sayangnya, mereka tak dapat membatalkan game-game besar seperti sekuel Lord of The Rings yang telah dikontrak eksklusif oleh Sony.

Mempengaruhi Sirkulasi

Dampak dari penurunan penjualan ini pun tentu akan mempengaruhi sirkulasi PS3 di kawasan Asia. Pasalnya, jadwal peluncuran konsol di Asia memang mengikuti Jepang, karena Jepang ditetapkan sebagai pusat peluncuran setiap konsol yang beredar di benua itu.

Jika persediaan PS3 masih menumpuk di etalase toko Jepang, maka negara-negara tetangga tentu akan kesulitan mendapatkan jatahnya, sebab Sony harus menunggu kucuran dana dari tiap konsol yang terjual untuk kembali memproduksi PS3 baru.

Tak perlu jauh-jauh, Indonesia pun sudah terkena imbas kelangkaan konsol ini. Tengok saja pusat pertokoan elektronik Mangga Dua (Jakarta) yang biasanya ramai menjajakan bermacam-macam konsol game, tak terkecuali yang paling baru dan berstatus “ilegal.” Jika Anda menemukan sebuah konsol PS3, jangan kaget kalau harganya bisa mencapai 12 jutaan.

“Barangnya sedikit, harga dari sananya sudah mahal. Kami nggak berani beresiko menurunkan harganya,” tutur salah satu penjual di toko game Butik 2000 (Mangga Dua).

Di Balik Memudarnya Pamor PS

Terlepas dari angka penjualan PS3 yang tak “seindah” pendahulunya PS2, ada hal-hal menarik yang dapat kita lihat sehubungan dengan menurunnya pamor Sony dan PS3 belakangan ini.

Pertama, tentu soal harganya yang terlampau mahal. Hal ini dikarenakan Sony telah mengimplementasikan sistem pembaca format Blue Ray untuk PS3. Implementasi tersebut yang diduga telah meningkatkan ongkos produksi tiap unit PS3.

Kedua, konsumen, dalam hal ini gamer yang telah lama memiliki PS2 berharap tetap dapat memainkan koleksi game PS2 mereka di PS3. Namun, ternyata konsol tersebut masih memiliki bug yang menyebabkan lebih dari 200 game PS2 tidak dapat dijalankan, atau performanya menurun.

Ketiga, adalah aksi kampanye Xbox 360 di Jepang yang cukup gencar Desember 2006 lalu. Dalam aksi tersebut, Microsoft mencoba untuk menggandeng developer-developer game di Jepang untuk membuat game bagi Xbox 360 (kebanyakan game-game Xbox 360 sebelumnya bergaya Amerika).

Salah satu hasilnya adalah peluncuran game berjudul Blue Dragon yang dijual bersama konsol Xbox 360. Tak tanggung-tanggung, harganya pun menyamai Wii yaitu $249,99! Tentu saja konsol tersebut langsung “laris manis,” dan bahkan berhasil sejenak menggetarkan posisi Wii hingga merosot ke peringkat kedua dalam kuantitas penjualan konsol.

Keempat, karena game-game andalan PS3 hingga saat ini masih belum muncul. Sebut saja Final Fantasy XIII garapan Square-Enix, atau Metal Gear Solid 4 besutan Konami. Keduanya adalah game berdefinisi tinggi yang sama-sama tertunda peluncurannya. Untuk diketahui saja, saat ini hanya game Resistance: Fall of Man yang masih kokoh menopang penjualan PS3.

Yang terakhir — mungkin yang paling berat — adalah berjayanya kembali veteran industri game, Nintendo. Lewat konsol genggam Nintendo DS dan Wii, nampaknya Nintendo telah berhasil mengembalikan kepercayaan mereka yang dahulunya adalah penikmat konsol klasik tersebut.

Harapan Sony

Sementara ini, sepertinya PS3 memang masih tertinggal di belakang dua rivalnya. Namun, akhir dari persaingan konsol game generasi ketujuh masih belum dapat ditentukan.

Baru-baru ini, Sony merilis update untuk firmware PS3 yang memungkinkan konsol tersebut mengenali lebih banyak game-game PS dan PS2. Hal ini tentu melegakan mereka yang telah membeli PS3 namun masih mengoleksi game-game PS dan PS2.

Jika firmware tersebut bekerja dengan baik, bukan tidak mungkin penjualan PS3 akan terangkat, karena tingkat penjualan PS2 yang masih tinggi akan menjadi jaminan bahwa pemilik PS3 — yang selain ingin memainkan game PS3 juga ingin memainkan game PS2 — tetap dapat menikmati koleksi mereka. Artinya, mereka tak akan segan-segan untuk upgrade ke PS3 tanpa takut tak dapat memainkan game-game sebelum PS3.

Alasan lain, adalah akan segera dirilisnya game-game andalan PS3 yang prekuelnya — entah untuk PS atau PS2 — telah memikat hati para gamer. Siapa yang tak kenal Final Fantasy? Seri ke-13-nya, seperti dijanjikan Square-Enix, akan tetap melenggang untuk PS3.

Sementara itu, kreator game Hideo Kajima (Konami) pun menegaskan bahwa game action terbarunya Metal Gear Solid 4 akan segera rilis untuk PS3. Tiga prekuelnya yang dirilis untuk PS dan PS2 adalah salah satu game yang membuat Konami untung besar.

Yang terakhir, Sony masih belum merilis PS3 untuk kawasan Eropa. Meskipun Sony telah kehilangan kesempatan emasnya di Jepang, mereka tetap yakin PS3 akan diminati gamer Eropa. Mengenai hasilnya, kita tunggu saja Maret mendatang.

1 Comment»

  W_yu wrote @

Kecian deeh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: